Minggu, 08 Maret 2015

seribu kata di malam keseribu untukmu, lelaki seribu kebaikan-ku.



Seribu hari yang lalu mungkin aku tak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan dia dan bahkan menjadikan dia bagian dari kebahagiaanku saat ini.

Lelaki yang diberikan nama seribu kebaikan oleh kedua orang tuanya itu membuatku berani memperjuangkannya untuk menemani hidupku sepanjang usia semesta. Apa yang begitu spesial dari dia sampai aku ingin memperjuangkannya ? 

Selama seribu hari kami menjaga komitmen kami sudah banyak yang dia lakukan untuk membahagiakanku. Dengan caranya. 

Dia bukan lelaki yang datang memberikan bunga mawar atau rangkaian bunga indah . Tidak pernah. Bahkan ketika aku merengek meminta bunga karena iri dengan wanita lain dia tetap tidak memberikannya. Aku kesal? Tidak. Aku tahu lelakiku.  Aku jauh lebih tau dari siapapun kenapa dia tidak ingin melakukan hal yang dianggap begitu romantis oleh seluruh wanita. Memberi bunga.

Dia bukan lelaki yang menyiapkan kue ulang tahun dan kejutan di hari ulang tahunku seperti kebanyakan lelaki yang dengan niat luarbiasa melakukannya untuk wanita yang dicintainya. Tidak pernah sama sekali. Bahkan terakhir dia gagal  total ketika mencoba memberikan kejutan kado ulang tahun. Apa aku bĂȘte?  Tidak sama sekali. Sudah kubilang, aku tahu lelakiku ini.

Dia bukan lelaki yang sering menawar nawarkan janji pernikahan dalam bercandaan kami. Bagi usia kami pernikahan sudah menjadi topic pembicaraan pasangan paling teratas selain mau jalan –jalan kemana kita besok? Apa dia tidak serius denganku? Kalian bercanda. Aku tidak akan bersama dia saat ini jika lelaki ini hanya mengajak bermain.

Aku tahu lelakiku.Sekali lagi.

Lelaki yang sering ngeyel ngelanggar lampu merah padahal dia tau aku benci sekali perbuatan itu dan sengaja membiarkannya melakukan itu sampai dia menyadari sendiri bahwa seharusnya dia tidak melakukan sesuatu yang aku benci. Lelaki yang sering blank ketika membawa motor lalu salah arah jalan dan membuat kami keanginan sepanjang perjalanan . lelaki yang sering membiarkan gadgetnya lowbath sampai mati—bagiku 20 persen batere adalah signal bencana yang harus segera di tanggulangi— dan kemudian acuh tak segera mencari charger karena dia jarang menggunakan benda andalan masa kini—power bank—

Lelaki yang menghabiskan waktunya untuk menekuni vespa, clash of clans dan wifi blok 3 A demi kehidupan downoad film hiburannya sepanjang waktu itu.  Dia juga lelaki keras kepala dan pelupa nomor dua setelah aku.

Apa yang begitu spesial hingga aku bertahan dengannya sejauh ini ?

Dia membahagiakanku dengan cukup. Dia mengajariku kecukupan, dan kecakapan untuk tak meminta lebih pada Tuhan. Diberikan dia saat ini membuatku berhenti meminta yang lebih baik pada Tuhan. Aku hanya harus berdoa di atas sejadah agar kami berdua menjadi orang baik dan saling memperbaiki setiap hari.

Romantis itu bukanlah sesuatu yang sudah di SNI kan. Dia melakukan banyak hal yang menurutku romantis sampai membuat aku menangis bahagia—meskipun kenyataannya aku gampang menangis because I’m the drama queen—dan membuatku sangat bersyukur karena  Tuhan memberikanku lelaki seperti dia. 

Kami bukanlah pasangan yang pergi ke tempat indah untuk mengambil moment  lalu memposting kebahagian dan kemesraan atau sekedar menyimpannya untuk dikagumi di kamar kemudian hari. Tapi,  Kami pergi ke tempat makanan enak dengan bonus pemandangan indah untuk kami rekam dalam memori kami agar abadi dan dapat kami nikmati dalam pejaman mata kami.

Kami bukan sepasang yang saling menyiapkan kejutan untuk saling membahagiakan di moment spesial. Tetapi kami adalah dua yang saling ingin berbagi sesuatu yang betul dibutuhkan dan akan menjadi sumber kebahagiaan sepanjang waktu.

Kami bukan romeo yang menyiapkan bunga dengan selipan kata cinta untuk menunjukkan kecintaan luar biasa pada julietnya. Tetapi dia ingin memberikan sesuatu yang bertahan lama sepanjang usia semesta diantara kesementaraan kami ini untuk meyakinkanku bahwa dia ingin mencintaiku sepanjang usia semesta bukan sementara.

Aku suka hal-hal sederhana. Kebahagianku itu sungguh sederhana. Di dunia yang kian rumit ini, kesederhanaan membuat kita waras. Bagiku begitu. Dan dia sungguh tau hal-hal sederhana apa yang membahagiakanku. Dan bagiku itu cukup untuk membuatku tetap mempertahankannya menjadi seseorang yang paling berhak memiliki hatiku.

Dia adalah keyakinan dari segala keraguan orang tentang kepantasan kami berdua. Dia adalah segala jawaban doa yang dikirimkan Tuhan kepadaku. Tuhan mengabulkan segala permintaanku lewat lelaki ini. Tuhan menepiskan segala resah dan kebingunganku lewat lelaki ini. Tuhan membahagiaknku lewat dia.

Dia tidak perlu menjadi sempurna untuk membahagiakanku. Menerimanya seribu hari yang lalu juga berarti aku siap menerima segala kekurangannya. Bukankah cinta itu dua yang saling memperbaiki? Dan mencari yang lebih dari dia juga tidak akan membuatku berhenti. Karena yang lebih baik di dunia ini selalu ada setiap detiknya, tetapi yang tepat untuk kita hanya diberikan satu oleh Tuhan, dan kuharap itu memang dia.

Dia yang menerima segala kebiasaan aneh ku. Dia yang menerima segala ketidak dewasaanku. Dia yang menerima wanita banyak tingkah tapi sangat pemalas sepertiku. Dia yang menerima segala keegoisanku. Dia yang dengan tersenyum mendengarkan segala cerita dariku yang kebanyakan tidak ingin dia dengar. Dia yang dengan sabar menerima segala kementelan dan kecuekanku. Dia yang dengan sabar memperjuangkan kami.

" Terimakasih telah mempertemukanku dengannya seribu hari lalu, Tuhan. Terimakasih telah membiarkan kami bersama selama seribu hari ini. Terimakasih telah memberikan kami satu ujian yang belum mampu kami kerjakan hingga kini. "

Kepada kamu, lelaki seribu kebaikan yang telah membahagiakanku tanpa henti seribu malam , terimakasih untuk mencintaiku dengan begitu sabar. Aku bahagia menjadi pelupa dan menjadi bingung mencari tempat makan bersamamu. 

Segera sulap vespa bututmu lalu mari kita tekuri setiap postingan di hunger  ranger berdua dengan bahagia . Kita punya ujian dari Tuhan yang belum kita cicil kerjakan sama sekali setelah seribu malam telah berlalu ini. Jangan sampai kita tidak lulus. Malu dengan Tuhan dan Malaikat di sebelah kita. Dan satu hal lagi, kamu punya janji yang belum kamu tepati hingga saat ini.

Someone ever said that, If you really want to Hug me, send me a letter  :p :)  :*

Jumat, 13 September 2013

#PeopleAroundUs DAY 3

Sepertinya,bagi pria berseragam dinas yang sedang mengendarai motor plat merah yang sudah tua itu, menjadi Pegawai Negeri bukanlah seperti yang banyak orang ringan ucapkan. 

Baginya, mengabdi adalah perkara setia dan keikhlasan , bukan bekerja.

Kerja itu tetap menenteng keranjang berisi karung dan parang menuju kebun selepas pulang dinas nya, untuk mencari rumput makan sehari-hari ternaknya dirumah.

 Kerja itu, berkeliling di antara rimbun kebun kopi yang ditanamnya sejak masih berupa bibit yang dibelinya dengan menabung, sambil penuh senyum memasukkan biji-biji merah yang akan berubah lembaran merah dalam dompet untuk kebahagiaan keluarga tersayang yang menunggu dirumah.


Kamis, 12 September 2013

#PeopleAroundUs DAY 2

Seorang bocah lelaki sedang menunggu makan malam pesanannya siap, asik belajar memakai kamera digital. kakak-kakak nya bersedia menjadi obyek dengan sangat riang ^^

Ready...? 1...2...3...

Rabu, 11 September 2013

#PeopleAroundUs Day 1

Pagi-pagi pukul sepuluh biasanya suara mesin air mengisi bak penampungan terdengar mengalahkan lagu-lagu yang kami putar dari dalam laptop. Tapi, tidak dua hari ini. Setetespun air sudah tidak keluar lagi dari semua kran di kantor. Mesin pemompa air rusak. Kantor kami krisis air.

Kebiasaan kantor kami adalah makan siang bersama di kantor. Masing-masing Bos membawa bekal masakan istrinya, lalu kami akan makan bersama di dalam ruangan masing-masing bidang. Kegiatan sangat manis ini sedikit terganjal dengan ketiadaan air. Solusi yang kami ambil adalah memakai air isi ulang, baik galon maupun kemasan, termasuk untuk wudhu.

Memanggil tukang sudah dilakukan sejak hari pertama tetapi, berhubung kerjaan di kantor sedang tidak menumpuk seperti biasanya, akhirnya para Bos berinisiatif untuk memperbaiki sendiri mesin air bersama para kaum lelaki yang ada di kantor.

Dengan masih memakai Pakaian Dinas Harian lengkap, semangat memperbaiki mesin air (--)9

Kamis, 18 Juli 2013

Perjalanan yang enggan membuatmu untuk segera kembali pulang.

 semenjak kecil. semenjak saya sudah tidak mau lagi menuliskan cita-cita sebagai astronout dan dokter dalam biografi yang saya buat, saya jadi punya segudang keinginan yang tidak akan muat dalam satu lembar kertas saja. tetapi semenjak saya tahu banyak hal, saya mengganti beberapa dari keinginan, bahkan nyaris semuanya. tetapi ada beberapa darinya yang hingga kini, masih ada dalam daftar itu dan masih ada dalam setiap doa yang saya minta kepada-Nya.

salah satu yang begitu saya inginkan adalah melihat ka'bah dari dekat. menyentuhnya, atau memeluknya seperti yang saya lihat di tv.
  Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
لَۧ ŰȘُŰŽَŰŻُّ Ű§Ù„Ű±ِّŰ­َŰ§Ù„ُ Ű„ِلَّۧ Ű„ِلَى Ű«َلََۧ۫Ű©ِ مَŰłَۧۏِŰŻَ مَŰłْŰŹِŰŻِي هَ۰َۧ وَمَŰłْŰŹِŰŻِ Ű§Ù„ْŰ­َ۱َŰ§Ù…ِ وَمَŰłْŰŹِŰŻِ Ű§Ù„ْŰŁَقْŰ”َى
“Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga masjid: Masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjid Al-Haram (di Makkah), & Masjid Al Aqsha.” (HR. Al-Bukhari no. 1115 & Muslim no. 1397)
Dan akhirnya saya diijinkan oleh-Nya untuk berkunjung kesana. saya bahagia sekali.
saya ingin bercerita tentang keindahan tempat itu.

MADINAH.

Di sepanjang perjalanan dari Prince Mohammad bin AbdulAzis Airport, Madinah, hingga tiba di depan Hotel kami, di Almajeedi Arac Suite. Saya sudah terkagum-kagum dengan Madinah. tanah yang diberikan kemurahan oleh Allah atas permintaan Muhammad. Begitu tiba di hotel kebetulan bertepatan dengan waktu sholat dzuhur. Rombongan kami akhirnya menunda Check-in ( Lagi pula di Madinah Check-in dimulai pukul 2 siang ) Begitu berjalan menuju Masjid Nabawi yang terletak persis dibelakang hotel tempat kami menginap, kalian akan sulit untuk tidak mengucap subhanallah berulang kali. pemandangan halaman masjid yang sama sekali berbeda dengan yang selama saya hidup belum pernah saya lihat. SANGAT INDAH SEKALI.

Suasana halaman Masjid Nabawi sebelum memasuki waktu sholat. Tampak beberapa jama'ah mengambil air zam-zam yang disediakan di hampir setiap sudut masjid ( Kanan )


Saya tidak sempat mengambil foto Tempat Wudhu ( disana tertulis Toilet ) karena biasanya saya berwudhu langsung dari hotel, karena jarak hotel yang hanya berbatas tembok. disana terdapat belasan atau bahkan hampir puluhan Toilet, ada beberapa yang akhirnya dijadikan parkir bawah tanah untuk mobil. dalam satu toilet terdapat 15-20 kamar mandi (WC) dan hampir seratusan pancuran (tempat wudhu)  makanya dijuluki seribu tempat Wudhu.
Hotel tempat rombongan kami menginap. Pagar Hijau adalah Batas jalan belakang hotel dengan halaman Masjid Nabawi.

Suasana Setelah Sholat di Halaman Masjid Nabawi. 



Payung-payung ini untuk melindungi para Jama'ah yang sholat dihalaman dari teriknya matahari disana. suhu disana berkisar hingga 52 derajat celcius, cukup panas untuk kita dari negara tropis. disetiap tiang Payung terdapat Kipas angin untuk mengatur kelembapan udara disana agar nyaman. sebaiknya menggunakan sunblock yang bisa di beli di toko-toko obat yang banyak di sekitar jalan menuju masjid, karena komposisi SPF nya sudah disesuaikan dengan iklim disana. dan disarankan memakai cadar atau masker. 


Suasana didalam Masjid Nabawi. Dilarang membawa kamera ke dalam Masjid, diambil dengan Handphone, dan itupun saya merasa tidak enak. Tampak disetiap tiang yang berlapis marmer ada beberapa Al-Qur'an yang ditempatkan diatas AC.

 Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:
Ű”َلَۧ۩ٌ فِي مَŰłْŰŹِŰŻِي هَ۰َۧ ŰŁَفْ۶َلُ مِنْ ŰŁَلْفِ Ű”َلَۧ۩ٍ فِيمَۧ ŰłِوَŰ§Ù‡ُ Ű„ِلَّۧ Ű§Ù„ْمَŰłْŰŹِŰŻَ Ű§Ù„ْŰ­َ۱َŰ§Ù…َ
Shalat di masjidku ini lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram.”

Di Madinah tempat yang paling Spesial tentu saja Rhaudah. Dimana disanalah bersemayam jasad Manusia paling mulia sepanjang zaman, Muhammad. di Rhaudah juga terdapat makam para khalifah, dua orang Sahabat Muhammad yang dijamin Allah masuk surga, Abu Bakar dan Umar Bin Khatab
 Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَۧ Űšَيْنَ ŰšَيْŰȘِي وَمِنْŰšَ۱ِي ۱َوْ۶َŰ©ٌ مِنْ ۱ِيَۧ۶ِ Ű§Ù„ْŰŹَنَّŰ©ِ وَمِنْŰšَ۱ِي Űčَلَى Ű­َوْ۶ِي
“Tempat antara mimbarku & rumahku adalah satu taman dari taman-taman surga. Dan mimbarku berada di atas telagaku.” (HR. Al-Bukhari no. 1888 & Muslim no. 1391)
Rhaudah terletak diantara tempat sholat jama'ah wanita dengan laki-laki. tepatnya di depan Men's Toilet 11b. Anda bisa masuk lewat beberapa Pintu masuk (Gate) tetapi saya lupa nama-nama pintu untuk bisa masuk ke Rhaudah.
Untuk Perempuan, Rhaudah dibuka pada jam-jam tertentu :
  • Duha, antara pukul 7.30 WAS sampai pukul 11.00 
  • Usai Zuhur mulai pukul 14.00 hingga pukul 15.00 . 
  • Setelah salat Isya mulai pukul 21.00-23.00 
 untuk memasuki Rhaudah biasanya Perombongan. Dikarenakan sering terjadi desak-desakan dan jama'aah yang ketika sholat sunnah di Rhaudah terinjak-injak. maka untuk memasuki rhaudah kita akan dipanggil per negara karena postur tubuh orang Asia yang tidak akan kuat melawan postur-postur arabian.
Ketika memasuki Rhaudah kita wajib melaksanakan Sholat Sunnah 2 Rakaat. meminta taubat, berdoa apapun kepada Allah, meminta Apapun dalam sujud-sujud terakhir.
Karena di Rhaudah, adalah salah satu tempat yang tidak tertolak doanya. disanalah salah satu tempat paling mustajab untuk berdoa. tetapi kita harus tidak egois dengan berlama-lama sholat disana, sementara banyak sekali saudara muslim kita yang ingin juga melaksanakan sholat disana. usahakan ketika cukup memohon pada Allah, kita segera keluar.
Saya disana karena toleransi terhadap muslimah lain yang juga ingin sholat, saya hanya sempat memintakan doa untuk semua yang titip doa, yaitu agar Allah mengijabahi segala doa baik yang teman-teman dan saudara minta. 
untuk laki-laki biasanya bahkan bisa berkesempatan melaksanakan sholat wajib disekitar rhaudah. pintar-pintar mengatur waktu agar ibadah selama di madinah bisa lebih banyak.
Susana malam di halaman Masjid Nabawi. payung-payung ditutup menjelang Maghrib dan akan dibuka lagi selepas sholat Subuh.

Suasana menuju pintu masuk ke dalam Masjid Nabawi menjelang Sholat Subuh.



Itu pintu masuk ( Gate ) di Masjid Nabawi. Luar Biasa Indahnya, kan? ada banyak sekali pintu masuk disana dengan ukuran dan ukiran yang hampir sama, hanya nama-nama Gate nya saja yang berbeda-beda.
You will love this place. Really Really love.
Meninggalkan tempat ini bahkan bagi saya terasa lebih berat dibandingkan meninggalkan rumah. sungguh. baru kali ini perasaan terhadap rumah sendiri terganti. oleh tempat seindah Masjid Nabawi.
oiya, selain payung yang dibuka tutup pada jam-jam tertentu, ada juga Kubah Masjid Nabawi yang juga akan dibuka tutup pada jam tertentu. Subhanallah indahnya. ada kalanya kita sholat beratapkan teduhnya langit yang amat terlihat tentram. dan pada waktu panas kubah akan ditutup. karena di dalam Masjid, saya tidak sempat mengambil gambar dan merekan proses perpindahan Kubah yang luar biasa canggihnya.

selain Masjid Nabawi kami dibawa berkeliling ke tempat-tempat bersejarah di Madinah. saya akan menceritakannya, maaf jika postingan ini panjang. saya belum pernah sesemangat ini menceritakan sebuah pengalaman.

Masjid Kuba
Adalah masjid pertama yang di dirikan pertama kali oleh Rosulullah.

Allah s.w.t memuji masjid ini dan orang yang mendirikan sembahyang di dalamnya dari kalangan penduduk Quba' dengan Firman-Nya:
Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri.......(At Taubah, 108).

Masjid Kuba diambil sekitar memasuki waktu Dzuha.
Alhamdulillah bisa sholat Sunnah dua rakaat dan juga Sholat Dzuha di Masjid yang dimuliakan oleh Allah juga ini.

Tempat yang bisa dikunjungi selanjutnya adalah Bukit Uhud. Saksi peperangan yang sangat terkenal , peperangan dimana umat islam harus mengalami sebuah kekalahan, sekitar 70an syuhada meninggal dalam perang yang dalam Hadist disebutkan kalah dikarenakan beberapa pasukan muslim tidak mematuhi Muhammad untuk tidak meninggalkan tempat dan terlena dengan hadiah kemenangan yang ada di depan mata.
Di atas tanah inilah 70an para syuhada perang Uhud dimakamkan. 
Ini semacam air terjun mini buatan, ada di jalan sekitar bukit Uhud yang cuma bebatuan tanpa ada tumbuhan selain kurma. tempat semacam ini banyak dibuat oleh pemerintah madinah. untuk tempat minum para Burung yang ada banyak disana :')) 

Gambarnya diambil dari dalam Bus, karena kami tidak diperkenankan turun dikarenakan waktu.
Rombongan mengunjungi Pabrik percetakan Alqur'an terbesar di dunia, dan museumnya. disana, oleh Raja Arab Saudi, para Jama'ah lelaki mendapatkan Al-qur'an gratis ketika berkunjung kesana. mereka dipersilakan untuk antri . sedangkan Jama'ah perempua boleh masuk ke galery , jika menginginkan Alqur'an wajib membeli sendiri. terdapat banyak alquran dengan terjemahan berbagai bahasa di dunia, dan berbagai ukuran Al-quran.
sayangnya, saya tidak bisa mengambil gambar disana. karena kamera lowbath.

Deretan pohon kurma di sepanjang jalan di Uhud.
MEKKAH.

 Menuju Mekkah. adalah perjalanan yang begitu panjang. sekitar 8 jam perjalanan dengan Bus, dengan jalanan yang lenggang. Bisa bayangkan jika macet seperti di kota besar di negara kita. dan bisakah kita bayangkan bagaimana Muhammad beserta rombonganya berhijrah dengan mengendarai unta dengan jarak sejauh itu ?
Sekitar dua jam perjalanan dari Madinah, kita akan diberhentikan di Bir Ali, untuk mengambil Miqat sebelum melaksanakan Thawaf di Masjidil Haram nanti. sewaktu sebelum Chek out kami disarankan untuk mandi wajib, karena jika mandi di Bir Ali, penuh sekali dan antri, jadi ketika tiba di Bir ali kita tinggal Wudhu dan sholat sunnah lalu mengucapkan Niat Umrah. maka segala larangan dalam Umrah sudah tegak saat itu juga.
dilarang memotong kuku, menyisir rambut, memakai kosmetik apapun setelah niat, memakai parfum ( bisa dilakukan sebelum mengucap niat ) membunuh, menyakiti hewan apapun. dan kita sudah wajib memakai pakaian Ihram.
biasanya setelah dari bir Ali, kita akan transit di pom bensin tetapi saya lupa nama daerahnya. disana kita sholat maghrib dan isya sambil mencari makan malam atau sekedar teh hangat.
Rombongan kami tiba di Mekkah sekitar pukul 12 malam, kami lalu check in, makan malam sebentar lalu langsung menuju ke masjidil Haram untuk melakukan serangkaian Thawaf-sa'i-dan tahalul..
salah satu sudut Masjidil Haram, di area halaman terluar dari pintu masuk dan keluar tempat Sa'i.


salah satu sudut Masjidl Haram dan Bangunan Jam terbesar di seluruh dunia. Ada kabar yang menyebutkan bahwa zona waktu dunia seharusnya dimulai dari jam ini, bukan Greenwich.

Ka'bah. tempat yang paling ingin saya kunjungi dari semua perjalanan di tanah suci.
alhamdulillah saya berkesempatan melakukan Thawaf hingga 3 kali. pada 3 waktu yang berbeda. malam hari, siang hari, dan menjelang sore, di hari yang berbeda pula. Gambar diatas diambil waktu siang. tetapi saya tidak bisa menyentuh Hajar Aswad. saya hanya berada paling dekat dengan pagar pembatas Hijr Ismail. Gambar ini diambil setelah sholat dua rakaat di maqam Ibrahim, sebelum menuju safa.
Saya tidak sempat mengambil foto Safa dan Marwah. maupun tempat kita meminum zam-zam.
ketika mengambil gambar Ka'bah saya sempatkan karena itulah yang saya impikan sejak dulu. dan sempat mengambil disaat istirahat, ketika mulai beribadah , alhamdulillah saya tidak terfikir sama sekali mengeluarkan gadged apapun sampai tiba dikamar hotel.

 disana sedang diadakan renovasi besar-besaran. banyak hotel-hotel berbintang diruntuhkan, sehingga debu disana lumayan menganggu. sebaiknya menggunakan cadar atau masker tebal selama disana untuk menghindari sakit pernapasan karena debu dari peruntuhan bangunan-bangunan hotel.

Selama di Mekkah kami mengunjungi beberapa tempat bersejarah juga. seperti Jabal Tsur. tempat bersembunyi Muhammad dan Abu Bakar dari kejaran kaum kafir quraisy saat hijrah ke madinah. di Gua yang terdapat dipuncak bukit inilah Allah menyelamatkan Beliau dengan sarang laba-laba dan burung merpati. tetapi sayang, kami dan rombongan tidak punya waktu untuk naik ke puncak, karena harus melanjutkan perjalanan.
selanjutnya kami mengunjungi Gua Hira' tempat pertama kalinya Muhammad menerima wahyu melalui jibril. untuk mencapai puncak, kita bisa berjalan antara 1-1.5 jam. tetapi rombongan kami lagi-lagi harus segera menuju tempat lain sehingga kami hanya menikmati gua ini dari bawah sekitar 5 menit saja.
Gambar Gua Hira; ( diambil dari Google )
Perjalanan berlanjut ke Jabal Rahmah.
tempat pertemuan antara Adam dan Hawa setelah terpisah bertahun-tahun setelah mereka dikeluarkan dari Surga oleh Allah.
di Bukit ini banyak sekali orang yang percaya bahwa hajat tentang jodoh akan diijabahi Allah.. sayangnya mereka percaya dengan cara yang salah, yaitu mencoret-coret nama di antara bebatuan jabal Rahmah :"(
corat-coret diantara bebatuan Jabal Rahmah :"( Please, dont do this again.
seharusnya tempat yang penuh kasih sayang ini juga penuh dengan kebersihan, bukan corat coret.
Jabal Rahmah dari bawah.
ditempat ini juga terdapat orang yang menjual jasa berfoto dengan onta, dan naik onta.
saya gak sempat merasakannya, karena rombongan keburu melanjutkan perjalanan lagi menuju arafah. jadi kurang tau tarif dan lamanya p
Onta yang disewakan .
Perjalanan Umrah pun selesai. sebenarnya ingin sekali mengambil paket untuk ke masjidil Aqsa di palestina. rasanya seperti sudah sempurnalah perjalanan saya jika sudah pernah shalat di masjid tempat perjalanan Isra' Mi'raj Muhammad tersebut.
Suatu hari nanti, Allah pasti akan mengijinkan saya dengan memberi rizki yang tak terduga arah datangnya. Aamiin.
Sebelum perjalanan berakhir, sebelum menuju ke bandara King Abdul Aziz, kami menyempatkan singgah di Masjid Terapung yang berada di tepi laut merah. rencananya hendak sholat subuh disana, tetapi karena check out telat, akhirnya kami hanya bisa numpang sarapan saja di tepi laut merah , tidak bisa masuk ke dalam Masjid untuk shalat Dzuha.
Masjid Terapung disaat langit masih belum begitu terang.
Inilah sesungguhnya sebuah perjalanan yang membuat kita semua enggan untuk segera kembali pulang. Sebuah perjalanan yang membuat kita rindu berkali-kali untuk mengulang datang kesana.
Perjalanan yang amat menyenangkan,, menenangkan, dan menentramkan.

Minggu, 06 Januari 2013

kepada kamu ♡

kepada engkau, lelaki dengan seribu kebaikan , aku selalu candu berada satu shaf di belakangmu.
bagaimana bisa, hanya dengan mendengar suaramu saja aku sudah merasa segalanya akan baik-baik saja.
denganmu aku menyukai sunyi yang tercipta dari sela pembicaraan kita. we dont need too much blablabla , just silent. dan kenyamanan itu seakan menyelimuti langit kotaku.
 kamu tahu bagaimana kebahagiaan luar biasa tercipta dari suara tidurmu diujung telfon saat kau lupa mematikannya ? aku mendengar kau bernafas dari jauh, sedekat nadiku sendiri. bagaimana bisa aku tak bahagia, kau sejauh bintang tetapi nafasmu terasa sedekat nadi.
 ya , aku menyukai pembicaraan yang tak banyak tetapi mampu membuat kita lelap.

aku ingin tahu darimana Tuhan menciptakan senyum mu yang meneduhkan amarah. dengan apa Tuhan menciptakan suaramu yang memusnahkan masalah, yang membuatku tenang ketika rebah, rubuh dengan amarah dan masalah. aku selalu membayangkan senyum mu ketika kau mencoba meredakan amarah. aku senang kita memahami benar konsep saling memperbaiki, selama ini.

kamu, hanya kamu yang ucapan sayang nya selalu mampu memancing nadi ini berlari, yang selalu membuat degup tercengang, yang selalu mampu mengahangatkan aliran darahku, hingga kini. ini pasti kesengajaan semesta.

aku kesusahan menuliskan kata - kata untuk mendiskripsikanmu. tetapi bukankah semesta sudah menyediakan satu kalimat yang mampu mendiskripsikan segalanya tentang kamu ?

kamu, sebenarnya sudah cukup aku diskripsikan dalam kalimat

AKU MENCINTAIMU.

kepada kamu yang bersamaku melukis semesta kita dengan doa - doa diatas sejadah kita.tetaplah seperti ini. menguatkan langkah-langkah kecil ku, berjalan disisiku hingga sampai kita didepan pintu rumah kita kelak. tetaplah teduh dengan syukur terhadap Tuhanmu, tetaplah selamanya aku dihatimu.

selamat ulang tahun kamu.

aku ingin mengucapkan ini disepanjang kesementaraan kita, di sepanjang sisa usiamu, di sepanjang sisa usia dunia, selalu , dengan aku yang masih akan ada di hatimu.selamanya.

januari ♡

selamat datang januari ♡ yah. i really love this month so bad.

selain karena deretan pedagang durian, mangga, duku dan rambutan yang berjejar di sepanjang trotoar menuju kos. atau hujan yang diam - diam turun di balik jendela disiang terik saat sedang sibuk-sibuknya sampai tak bisa bernjak dari kubikel, yang embun sejuknya menempel menghiasi kaca dan disana , dengan tersenyum aku bisa mendapat ketentraman hanya dengan menulisakan namamu, atau sesekali iseng mengurungkan nama ku dan namamu dalam sebuah lambang hati.

ada satu hal yang lebih dari segalanya tentang hal-hal membahagiakan diatas yang membuat januari terasa begitu spesial. ah. jika ini yang membaca kamu, kamu pasti tersenyum. lalu geer menyimpulkan sendiri kenapa. tapi tak apalah... demi kamu, yang juga menspsesialkan bulan ini, jika tidak, maka sejak kamu membaca postingan ini kamu harus melakukannya. menspesialkan januari.

Tuhan seperti sengaja mentasbihkan aku bersama orang - orang berbunga lahir anyelir.

Maha Besar Engkau, memberiku lelaki seperti mereka di sekelilingku. di dalam darahku mengalir keringat dia yang bekerja hingga larut. di dalam setiap sujudku, terlukis dia yang selalu bersembunyi dari sifat penyayangnya demi perhatian perhatian kecil dari kami. dan di dalam hatiku, terkunci dia yang dengan tersenyum memperbaiki setiap lalaiku .
mereka, tiga lelaki yang dilahirkan Tuhan di bulan dengan batu garnet dan emerald ini, aku sungguh sungguh bersyukur memilikinya.

maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak kamu dustakan ?  maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak kamu dustakan ?  maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak kamu dustakan ?

untuk kalian bertiga, para lelaki terbaikku.
bapak, adik, dan engkau (yang jika Tuhan merestuinya) calon imam ku.  selamat ulang tahun . aku mencintai kalian semua.

Tuhan, aku ingin menulis kalimat sebelum ini, sepanjang hidupku. dan setelah engkau dengan tersenyum menghapus kalimat dalam kurung dan kata pertama setelah kurung tutup. selamanya. sepanjang usia dunia ini.

Rabu, 31 Oktober 2012

...

Salah satu yang tak bisa dihindari ketika rindu berhasil menjalar keseluruh pembuluh darah itu ya menjadi mendidihnya suhu kebawelan. Jadi tolong, kalau tiba-tiba mulutku merepet sana sini - seperti ibu kos yang tagihan listriknya mendadak melonjak naik- pastikan dulu apakah kau merasakan aku merindukanmu?

...

Aku bersumpah tidak pernah menggiringmu untuk masuk dalam kesalahan-kesalahan agar Aku mampu punya kuasa untuk menyalahkanmu, punya kuasa untuk memaafkanmu, punya kuasa atasmu. Sungguh.
 
ini semua hanya karena aku yang tak tau diri.
Aku merasa Aku berhak tau segalanya tentang hidupmu. sehingga Aku mematrikan dalam pikiranku bahwa aku berhak mendengar segala sesuatu yang ingin kau bagi dari benakmu ke benak orang lain . Iya. Aku lupa satu hal.  Bahwa punya telinga bukan berarti layak diperdengarkan segala sesuatu. Aku juga lupa bahwa Aku ini relatifitas . Ada beberapa hal yang Aku tak layak mendengarkannya dari mulutmu langsung. Ada hal yang Aku tak layak dapatkan dari kecamuk-kecamuk di benakmu. Sekalipun Aku ingin. Sekalipun Aku yakin . Sekalipun Aku bersikeras untuk bisa menyimpan segalanya dalam diriku.
semua karena pikiran yang tak tau diri ini. .
Aku menelan mentah-mentah saja kalimatmu bahwa Kau selalu memikirkanku, menghawatirkanmu, setiap waktu. Ya. Aku mendengar. Aku tersenyum. Aku bisa melihat hatiku merekah seperti bunga pukul empat sehabis Ashar begitu menerima kalimatmu itu. Lalu Aku dengan cepatnya membuat suatu doktrin yang kemudian Aku percayai sekali bahwa setiap perputaran detiknya Aku ada di pikiranmu dan alam cemasmu. Ya. Tak tau diri sekali memang aku kemudian tidak ingat bahwa sebelum bertemu denganku, sebelum Aku pernah ada di hidupmu waktu itu, telah banyak senyuman, tangisan, tawa, kemurungan, pelukan, genggaman yang menguasaimu, menguasai waktumu, jauh sebelum Aku, jauh sebelum Kau berfikir akan mengatakan kalimat awal tadi padaku. Ya. Aku lupa semua itu.
Yang fatal dari semuanya adalah. Aku lupa, aku, kamu, kita. semua hanya kesementaraan. 
 Ya. aku ini kesementaraan. sesuatu yang akan hilang suatu saat nanti. tidak kekal. tak abadi. 
 
Aku sungguh tak tau diri bahkan berani menghakimimu untuk sesuatu yang bukan salahmu hanya karena Aku merasa menguasaimu, memilikimu sepenuhnya, selamanya.

siapalah yang menguasaiku hingga membuatku selama ini menjadi tak tau diri sekali?
beberapa kali coba kutanyakan baik-baik pada segenap yang ada diseluruh diriku. Aku mencurigai setan yang sudah terlebih dahulu membisikkan kelupaan kepadaku sebelum amarah.Ya.  Aku mencurigai semua, dari setan hingga kita.
 
jadi jangan meminta maaf. semua bukan salahmu. aku yang salah. aku yang selama ini tak tau diri. tak tau sendiri siapa aku ini. aku di kuasai kelupaan yang fatal. bukan sekedar dimana aku meletakkan cangkirku tadi tetapi aku lupa siapa aku ini.

Kuta, 11 Oktober 2002
Kartika.

Rendani membuka lembaran kedua di genggamannya. mulai mendongkak untuk menahan air mata meskipun sebenarnya tak ada satu manusiapun yang memergokinya di dalam rumah kosong yang sudah tak berpenghuni selama 9 tahun itu. dengan hati-hati dia membuka kertas yang sedari tadi sudah dilapnya dari debu, warnanya sama dengan kertas pertama, hampir kuning.

jangan terkejut ya, surat ini harus terpisah.harusnya aku tempel saja bersama surat kemari itu. aku telat menyadarinya. telat sekali. ya. mungkin aku kelupaan lagi. tetapi kemudian aku tersadar satu hal. bahwa itu semua bukannya aku ini tak tau diri. juga bukan aku ingin membela diri. bukan seperti aku kelabakan atas pengakuan kesalahku kemarin. bukan, tapi aku menyadari satu hal. bahwa semenjak mengenalmu aku memang merasa terkadang segalanya sudah benar padahal mungkin tidak. mungkin aku pelupa, mungkin aku bodoh, mungkin aku ceroboh, mungkin aku ... semua kemungkinan yang selalu terlambat kusadari itu, semuanya, sesuatu yang hanya terjadi dan terampuni dalam cinta.
jadi sebenarnya dua lembar suratku ini isinya hanya satu saja. cinta. dari sana bermuasal dari sana bermuara pula. iya. cinta, rendani. cinta. bagaimana aku bisa lupa yang satu ini.
Kuta, 12 Oktober 2002
Kartika.

12 Oktober 2002. barangkali ribuan orang diluar sana ingat betul ini bukan sembarang runutan tanggalan saja. barangkali masih teringat apa yang terjadi di jl. legian pukul 23.00 malam tanggal 12 itu di sana. Kartika bekerja di salah satu cafe disana. shift malam. dan malam itu sebelum sempat paginya dia memberikan suratnya kepada rendani, yang dua hari ini menjadi berbeda sikapnya padanya entah karena apa. Rendani tidak pernah seperti itu sebelumnya. membuat Kartika menjadi begitu bersalah saat tiba-tiba pria itu mengiriminya pesan meminta maaf. Kartika takut sekali. tak ada firasat apapun selain perasaan bersalah yang tak tau dari mana datang menyerangnya bertubi-tubi setiap malam itu.Kartika, dia tak pernah tau, Rendani berfirasat, segala kesementaraan itu telah terasa semakin dekat. Kartika akan hilang darinya. Rendani hanya ingin meminta maaf saja. entah. untuk kesalahan yang mana. 

dan pagi itu saat dia menyalakan TV di Apartementnya, saat dia sedang mengaduk cangkir kopinya sebuah suara yang berasal dari TV menyentaknya hingga menjatuhkan cangkirnya ke lantai. pecah. tak sepecah hatinya saat itu. tak seberantakan perasaannya seketika itu.dan semuanya seperti berkesudahan saat nama Desak Kartika Ayu berada dalam daftar 202 korban meninggal. dunianya seperti pelan-pelan tenggelam.

dan kini, 10 tahun semuanya berlalu, kaki Rendani baru mampu melangkah ke rumah Kartika yang sendirian saja hidup di Kuta semenjak seluruh keluarganya meninggal di sebuah desa di Nusa Tenggara Barat hanya karena masala sepele. masalah keterbelakangan pendidikan. yang memacu saling tuduh tanpa penyelesaian mufakat .

ya. kesementaraan ini terlalu kentara. rasanya lebih lama dia kehilangan Kartika dibanding bersamanya. kebersamaan bersama Kartika yang hanyalah kesementaraan. kehilangannya terasa begitu kekal. hingga sepuluh tahun, dan dia masih belum mampu menahan tangis membaca tulisan tangan kekasihnya itu.